Postingan

niat itu letak nya di hati, bukan di ucapkan seperti lafaz "usholli"

Gambar
Bismillah... ✍Niat Itu Letaknya Dalam Hati, Bukan diucapkan Seperti Lafaz "Ushalli"📝 ~ • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai panutan kita tidak melafadzkan niat. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung mengucapkan “Allahu Akbar” dan tidak membaca sesuatu apapun sebelumnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membaca “Ushalli” dan tidak ada satu riwayat shahih pun bahkan yang lemah yang dinukil dan menerangkan kepada kita bahwa beliau melakukan hal tersebut. Tidak itu saja bahkan tidak juga dinukilkan dari para sahabat dan tabi’in bahwa ada diantara mereka yang berniat dengan membaca “Ushalli”. ~ • Kemudian bila dikembalikan kepada pengertian niat secara bahasa, maka niat adalah bermakna kehendak yang ada dihati. Jadi niat itu letaknya dalam hati dan tidak diucapkan. ~ • Inilah yang difatwakan oleh para ulama. al Qadhi Abu Rabi' Sulaiman bin Umar as-Syafi’i rahimahullah mengatakan : “Mengucapkan niat dengan keras dan membaca al Fatiha...

MENGAKHIRKAN SUJUD SAMPAI IMAM MELETAKKAN DAHINYA

Gambar
[MENGAKHIRKAN SUJUD SAMPAI IMAM MELETAKKAN DAHINYA] Mutaba’atul imam yang sempurna adalah dengan mengikuti atau mengiringi gerakan imam, segera setelah imam selesai melakukan gerakannya. Misalnya ketika kita akan ruku’, maka hendaknya kita menunggu hingga imam sudah dalam keadaan ruku’ dengan sempurna, setelah itu makmum bersegera melakukan ruku’. Begitu pula gerakan-gerakan shalat lainnya, seperti sujud, duduk diantara dua sujud, bangkit dari duduk dan lain sebagainya. Hal ini telah ditegaskan dalam banyak hadits, diantaranya : Jika imam telah bertakbir, maka bertakbirlah kalian, dan janganlah kalian bertakbir hingga ia bertakbir ! Jika imam telah ruku’, maka ruku’lah kalian, dan janganlah kalian ruku’ sehingga imam melakukan ruku’ ! … Dan jika ia telah sujud maka sujudlah kalian, dan janganlah kalian sujud sehingga ia bersujud !” [HR. Abu Dawud, hadits no: 603, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullah] Barâ’ bin ‘Âzib mengatakan, “Jika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaih...

apakah non muslim yg baik akan masuk surga?

Gambar
. Apakah kebaikan orang kafir sia-sia saja? Kebaikan orang kafir tidak pernah sia-sia, kebaikan orang kafir mendapatkan balasan di dunia tapi tidak mendapatkan balasan di akhirat. Orang kafir tidak mendapatkan balasan di akhirat, karena orang kafir tersebut tidak mengharapkan amalannya agar dibalas di akhirat nanti atau ia mengharapkan balasan tapi tidak memenuhi syarat untuk dibalas di akhirat, yaitu syarat sebagai seorang yang beragama Islam. Allah Ta’ala berfirman: Dan kami perlihatkan segala amal kebaikan yang dilakukan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqan:23) Imam Ibnu Katsir menjelaskan arti ayat tersebut dengan berkata:”Ketika Allah Ta’ala menghisab amalan para hambaNya yang baik dan yang buruk pada hari kiamat. Pada waktu itu amalan orang-orang musyrikin yang disangka membawa kebaikan bagi mereka, ternyata tidak memiliki nilai apapun. Hal itu disebabkan tidak terpenuhinya syarat diterimanya amalan, yaitu ikhlas hanya kepada Allah...

teman yg baik

Gambar
Al-Imam asy-Syafi'i mengatakan, يَا يُوْنُسُ إذَا كَانَ لَكَ صَدِيْقٌ فَشُدَّ يَدَيْكَ بِهِ وَمُفَارَقَتُهُ سَهْلٌ Wahai Yunus bin Abdul A'la, jika engkau memiliki teman akrab yang shalih gunakan kedua tanganmu untuk memeganginya erat-erat. Mendapatkan teman akrab yang shalih itu sulit sedangkan kehilangan teman akrab yang baik itu mudah sekali 📚 Hilyatul Auliya' 9/121. Ada dua ciri khas teman yang baik.  📌 Mengingatkan kita jika 'lupa' untuk melakukan kebaikan.  📌 Mendukung, memberi support dan tidak melemahkan semangat ketika kita 'ingat' untuk melakukan berbagai kebaikan.  🍒Teman yang baik bukanlah teman yang membenarkan apapun perkataan dan perbuatan kita. Akan tetapi teman yang baik adalah teman yang berani menyampaikan perkataan yang benar dan jujur mengenai diri kita.  Jaga baik-baik persahabatan dengan teman-teman yang baik karena mendapatkan teman dan lingkungan yang baik itu bukanlah hal yang mudah. Kiat penting mempertahankan teman...

perjalanan kita

Gambar
__ 𝗕𝘂𝘁𝘂𝗵 𝗯𝗲𝗸𝗮𝗹 .. Kita semua butuh bekal, bukan bertujuan bersaing di dunia. Bekal ini lebih kita butuh untuk menuju 𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗮𝘁. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang pundaknya, lalu berkata ; ‎كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ ، أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ Hiduplah kalian di dunia seakan-akan  seperti orang asing, atau seperti seorang pengembara. Ibnu ‘Umar lantas berkata ;  Jika engkau berada di petang hari, janganlah tunggu sampai datang pagi. Jika engkau berada di pagi hari, janganlah tunggu sampai datang petang. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu.  𝗠𝗮𝗻𝗳𝗮𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻𝗹𝗮𝗵 𝗽𝘂𝗹𝗮 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗺𝘂 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗱𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘁𝗶𝗺𝘂. 📖 HR. Bukhari, no. 6416 Hadits di atas mengajarkan bahwa dunia ini bukanlah tempat kita menetap dan bukanlah  negeri kita sesungguhnya. Al-Hasan Al-Bashri berkata ; Seorang mukmin di dunia seperti or...

bacaan tasyahhud awal

Gambar
, __ ✍️ BACAAN TASYAHHUD AWAL DAN AKHIR YANG SHAHIH SESUAI SUNNAH .  Bacaan Tasyahud Awal Pertama, bacaan tasyahud Ibnu ‘Abbas . التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ .  (HR. Muslim no. 403). Kedua, bacaan tasyahud Ibnu Mas’ud . التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . (HR. Bukhari no. 6265). Salah satu bacaan shalawat yang bisa dibaca setelah membaca salah satu dari tasyahud awal di atas, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِ...

tanda wakaf

Gambar
#repost @ittibarasul1 __ 1. Tanda Mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim, yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna), karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna, dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Contoh: QS. Al-An’am: 20 2. Tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud “Jangan Berhenti!”. Tanda ini muncul kadang kala pada penghujung maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti. Dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak. Contoh: QS. An-Nahl: 32 3. Tanda Jim ( ﺝ ). Tanda jim adalah Waqaf Jaiz, boleh berhenti dan boleh untuk diteruskan bacaanya. Contoh: QS. Al-Anfal: 13 4. Tanda Waqaf Aula (قلے). Tanda waqaf Aula yaitu tanda waqaf yang menunjukkan lebih baik berhenti, walaupun nafas masih kuat. Contoh: QS. Fussilat: 45 5. Tanda Sad-Lam-Ya‘ ( ﺻﻠﮯ ). Tanda sad-lam-ya‘ merupakan singkatan dari “Al-wasl Awlaa” yang bermakna “wasal atau mene...