Postingan

jangan menyingkat SWT, SAW, RA

Gambar
Fatwa Lajnah Ad-Daimah (Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia) Soal: Bolehkah menulis huruf SAW yang maksudnya shalawat (ucapan shallallahu ‘alaihi wasallam). Dan apa alasannya? Jawab: Yang disunnahkan adalah menulisnya secara lengkap -shallallahu ‘alaihi wasallam- karena ini merupakan doa. Doa adalah bentuk ibadah, begitu juga mengucapkan kalimat shalawat ini. Penyingkatan terhadap shalawat dengan menggunakan huruf shad atau penyingkatan Salam dan Shalawat (seperti SAW, penyingkatan dalam Bahasa Indonesia -pent) tidaklah termasuk doa dan bukanlah ibadah, baik ini diucapkan maupun ditulis. Dan juga karena penyingkatan yang demikian tidaklah pernah dilakukan oleh tiga generasi awal Islam yang keutamaannya dipersaksikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Fatwa Asy-Syaikh Washiyullah 'Abbas hafizhahullah (Ulama Masjidil Haram, pengajar di Ummul Qura, Makkah) Soal: Banyak orang yang menulis salam dengan menyingkatnya, seperti dalam Bahasa Arab mereka menyingkatnya de...

jangan pernah menunda shalat

Gambar
Salah satu yg harus kita ketahui adalah tentang shalat yg sering dilalaikan. Allah Ta'ala berfirman: ‎ูَูˆَูŠْู„ٌ ู„ِู„ْู…ُุตَู„ِّูŠู†َ . ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ุนَู†ْ ุตَู„َุงุชِู‡ِู…ْ ุณَุงู‡ُูˆู†َ "Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya". (QS. Al-Ma’un: 4-5) Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah: 1. Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir. 2. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 3. Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat. Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang lalai dalam shalatnya). Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi...

apa Itu wahabi?

Gambar
Soal: “Siapakah wahabi?” Jawab: Wahabi adalah kata yang dimunculkan oleh para penentang dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah. Padahal Syaikh rahimahullah berdakwah untuk memurnikan tauhid dari berbagai macam kesyirikan. Beliau ingin menghapus berbagai macam cara beragama di luar yang dituntunkan oleh  Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maksud dari pemunculan nama ini sebenarnya adalah untuk menjauhkan dan menghalangi manusia dari dakwah beliau. Namun usaha semacam ini tidaklah membahayakan dakwah beliau. Bahkan dakwah beliau semakin tersebar di berbagai penjuru dunia dan semakin dicintai. Diantara mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk mengenal dakwah beliau, mereka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hakikat dakwah beliau, mereka pun membelanya, karena beliau selalu bersandar pada dalil Al-Kitab dan As-Sunnah yang shahih pada setiap apa yang beliau sampaikan. Sehingga mereka semakin berpegang teguh dengan dakwahnya, ...

niat itu letak nya di hati, bukan di ucapkan seperti lafaz "usholli"

Gambar
Bismillah... ✍Niat Itu Letaknya Dalam Hati, Bukan diucapkan Seperti Lafaz "Ushalli"๐Ÿ“ ~ • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai panutan kita tidak melafadzkan niat. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung mengucapkan “Allahu Akbar” dan tidak membaca sesuatu apapun sebelumnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membaca “Ushalli” dan tidak ada satu riwayat shahih pun bahkan yang lemah yang dinukil dan menerangkan kepada kita bahwa beliau melakukan hal tersebut. Tidak itu saja bahkan tidak juga dinukilkan dari para sahabat dan tabi’in bahwa ada diantara mereka yang berniat dengan membaca “Ushalli”. ~ • Kemudian bila dikembalikan kepada pengertian niat secara bahasa, maka niat adalah bermakna kehendak yang ada dihati. Jadi niat itu letaknya dalam hati dan tidak diucapkan. ~ • Inilah yang difatwakan oleh para ulama. al Qadhi Abu Rabi' Sulaiman bin Umar as-Syafi’i rahimahullah mengatakan : “Mengucapkan niat dengan keras dan membaca al Fatiha...

MENGAKHIRKAN SUJUD SAMPAI IMAM MELETAKKAN DAHINYA

Gambar
[MENGAKHIRKAN SUJUD SAMPAI IMAM MELETAKKAN DAHINYA] Mutaba’atul imam yang sempurna adalah dengan mengikuti atau mengiringi gerakan imam, segera setelah imam selesai melakukan gerakannya. Misalnya ketika kita akan ruku’, maka hendaknya kita menunggu hingga imam sudah dalam keadaan ruku’ dengan sempurna, setelah itu makmum bersegera melakukan ruku’. Begitu pula gerakan-gerakan shalat lainnya, seperti sujud, duduk diantara dua sujud, bangkit dari duduk dan lain sebagainya. Hal ini telah ditegaskan dalam banyak hadits, diantaranya : Jika imam telah bertakbir, maka bertakbirlah kalian, dan janganlah kalian bertakbir hingga ia bertakbir ! Jika imam telah ruku’, maka ruku’lah kalian, dan janganlah kalian ruku’ sehingga imam melakukan ruku’ ! … Dan jika ia telah sujud maka sujudlah kalian, dan janganlah kalian sujud sehingga ia bersujud !” [HR. Abu Dawud, hadits no: 603, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullah] Barรข’ bin ‘ร‚zib mengatakan, “Jika Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaih...

apakah non muslim yg baik akan masuk surga?

Gambar
. Apakah kebaikan orang kafir sia-sia saja? Kebaikan orang kafir tidak pernah sia-sia, kebaikan orang kafir mendapatkan balasan di dunia tapi tidak mendapatkan balasan di akhirat. Orang kafir tidak mendapatkan balasan di akhirat, karena orang kafir tersebut tidak mengharapkan amalannya agar dibalas di akhirat nanti atau ia mengharapkan balasan tapi tidak memenuhi syarat untuk dibalas di akhirat, yaitu syarat sebagai seorang yang beragama Islam. Allah Ta’ala berfirman: Dan kami perlihatkan segala amal kebaikan yang dilakukan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al Furqan:23) Imam Ibnu Katsir menjelaskan arti ayat tersebut dengan berkata:”Ketika Allah Ta’ala menghisab amalan para hambaNya yang baik dan yang buruk pada hari kiamat. Pada waktu itu amalan orang-orang musyrikin yang disangka membawa kebaikan bagi mereka, ternyata tidak memiliki nilai apapun. Hal itu disebabkan tidak terpenuhinya syarat diterimanya amalan, yaitu ikhlas hanya kepada Allah...

teman yg baik

Gambar
Al-Imam asy-Syafi'i mengatakan, ูŠَุง ูŠُูˆْู†ُุณُ ุฅุฐَุง ูƒَุงู†َ ู„َูƒَ ุตَุฏِูŠْู‚ٌ ูَุดُุฏَّ ูŠَุฏَูŠْูƒَ ุจِู‡ِ ูˆَู…ُูَุงุฑَู‚َุชُู‡ُ ุณَู‡ْู„ٌ Wahai Yunus bin Abdul A'la, jika engkau memiliki teman akrab yang shalih gunakan kedua tanganmu untuk memeganginya erat-erat. Mendapatkan teman akrab yang shalih itu sulit sedangkan kehilangan teman akrab yang baik itu mudah sekali ๐Ÿ“š Hilyatul Auliya' 9/121. Ada dua ciri khas teman yang baik.  ๐Ÿ“Œ Mengingatkan kita jika 'lupa' untuk melakukan kebaikan.  ๐Ÿ“Œ Mendukung, memberi support dan tidak melemahkan semangat ketika kita 'ingat' untuk melakukan berbagai kebaikan.  ๐Ÿ’Teman yang baik bukanlah teman yang membenarkan apapun perkataan dan perbuatan kita. Akan tetapi teman yang baik adalah teman yang berani menyampaikan perkataan yang benar dan jujur mengenai diri kita.  Jaga baik-baik persahabatan dengan teman-teman yang baik karena mendapatkan teman dan lingkungan yang baik itu bukanlah hal yang mudah. Kiat penting mempertahankan teman...