Postingan

perbuatan maksiat yg Di anggep halal pdhl haram

Gambar
Perbuatan Maksiat Yang Dianggap Halal Padahal Haram 1. Bunga Bank/ Riba Allah Ta'ala berfirman: "Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba". (QS. Al-Baqarah: 275) 2. Rokok Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195). 3. Musik Sabda Rasulullah: "Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik". (HR. Bukhari 5590) 4. Ulang Tahun Sabda Rasulullah: Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud 4031) 5. Pacaran Allah Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk". (QS. Al-Isro’: 32) 6. Tidak menutup aurat Sabda Rasulullah: "Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul man...

Sudah hijrah kenapa Mala makin susah?

Gambar
Bismillah  . Jika Anda telah berusaha mendekat kepada Allah dan sesuai Sunnah Nabi – shallallahu’alaihi wasallam – bukan berarti ujian, cobaan, dan musibah tidak akan menimpa. Jika sudah demikian, lalu ujian musibah menimpa, maka tetaplah teguh, dan berbaik-sangkalah kepada Allah. Ingat selalu firman-Nya: أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ “ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, ‘kami telah beriman’ TANPA diuji?! Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah benar-benar tahu orang-orang yang tulus dan orang-orang yang dusta “. (QS. Al-Ankabut: 2-3). Ingat pula Sabda Nabi – shallallahu’alaihi wasallam -: أشدُّالناسِ بلاءً الأنبياءُ ، ثم الأمثلُ فالأمثلُ ، يُبتلى الناسُ على قدْرِ دينِهم ، فمن ثَخُنَ دينُه اشْتدَّ بلاؤُه ، و من ضعُف دينُه ضَعُف بلاؤه ، و إ...

merasa baik ?

Gambar
Ini yang dialami oleh kita-kita tatkala sudah lama belajar agama. Merasa diri sudah lebih dari orang lain dan lebih paham dari yang lain. Padahal kekurangan kita teramat banyak. Maksiat kecil-kecilan bahkan yang besar masih dilakoni. Ilmu yang telah kita pelajari pun sedikit yang diamalkan. Prinsip yang harus dipegang adalah jangan selalu merasa diri sudah baik, namun berusaha terus untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Allah Ta’ala berfirman, هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى “Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An Najm: 32). 🌐 rumaysho.com With Love 💜 @mahasiswa.salaf  Join telegram T.me/mahasiswa_salaf  #akhwatbercadar #ramadha...

bahaya bicara Agama Tanpa ilmu

Gambar
Bahaya Bicara Agama Tanpa Ilmu Memahami  ilmu  agama merupakan kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik. Dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani] Dan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Alloh di dalam kitabNya, Al-Qur’anul Karim, dan disabdakan oleh RosulNya di dalam Sunnahnya. Oleh karena itulah termasuk kesalahan yang sangat berbahaya adalah berbicara masalah agama tanpa ilmu dari Alloh dan RosulNya. Sebagai nasehat sesama umat Islam, di sini kami sampaikan di antara bahaya berbicara masalah agama tanpa ilmu: 1.Hal itu merupakan perkara tertinggi yang diharamkan oleh Allah. Alloh Ta’ala berfirman: قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّل...

Derajat Hadits Merajalelanya Musik Dan Penyanyi

Gambar
Dicatat oleh Ath Thabrani dalam  Mu’jam Al Kabir  (5672),  juga Ar Ruyani dalam  Musnad  nya (1041), حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي الطَّاهِرِ بْنِ السَّرْحِ الْمُضَرِيُّ ، ثنا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ ح ، وَحَدَّثَنَا أَبُو حُصَيْنٍ الْقَاضِي ، ثنا يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ ، قَالا : أَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَسْلَمَ ، حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ ، حَدَّثَنِي سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “ ‘Amr bin Abi Ath Thahir bin As Sarh Al Mudharri menuturkan kepadaku, Sa’id bin Abi Maryam dan Abu Hushain Al Qadhi menuturkan kepadaku, Yahya Al Himmani menuturkan kepadaku bahwa mereka berdua berkata, Abdurrahman bin Aslam mengabarkan kepada kami, Abu Hazim menuturkan kep...

saatnya meninggalkan musik

Gambar
  Saatnya Meninggalkan Musik Siapa saja yang hidup di akhir zaman, tidak lepas dari lantunan suara  musik  atau  nyanyian . Bahkan mungkin di antara kita –dulunya- adalah orang-orang yang sangat  gandrung  terhadap lantunan suara seperti itu. Bahkan mendengar lantunan tersebut juga sudah menjadi sarapan tiap harinya. Itulah yang juga terjadi pada sosok si fulan. Hidupnya dulu tidaklah bisa lepas dari  gitar  dan  musik . Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah mengenalkannya dengan  Al  h aq  (penerang dari Al Qur’an dan As Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhi berbagai nyanyian.  Alhamdulillah , dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan  k alamullah  (Al Qur’an) yang semakin membuat dirinya  mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya.   Lalu, apa yang menyebabkan hatinya bisa berpaling kepada  k alamullah  dan meninggalkan nyanyian? Tentu saja,...

waktu mustajab doa

  Dua – The connection between You and Allah Allah Almighty the great says that: “When my servants ask you concerning me, (tell them) I am indeed close (to them. I listen to the prayer of every supplicant when he calls me” [Quran 2:186] Dua, otherwise known as supplication or a prayer is the process of undeviating communication between a person and his Lord. When you sit to make dua, you reveal to Allah (swt) your most intimate feelings and desires. You ask Allah for forgiveness, you plead for your aspirations and needs to be fulfilled. Dua is a safe haven for you when you have nowhere else to go. It is a place of solace for the grieving soul. You can pour your heart out to the Almighty when everyone around you has tired of listening. Allah never stops listening to you. He is there all the time watching over you and listening to your problems, your every pain and guiding you even when you may feel that he is not. Dua is powerful – it is inspiration for those that have lost all hope...