Tatacara mandi wajib sehabis haid Berikut ini kami lanjutkan kembali penjelasan tentang tata cara mandi wajib sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya. Semoga bermanfaat. Bagaimanakah Tata Cara Mandi pada Wanita? Tata cara mandi junub pada wanita sama dengan tata cara mandi yang diterangkan di atas sebagaimana telah diterangkan dalam hadits Ummu Salamah, “ Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub ?” Beliau bersabda, “ Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci .” (HR. Muslim no. 330) Untuk mandi karena haidh dan nifas, tata caranya sama dengan mandi junub namun ditambahkan dengan beberapa hal berikut ini: Pertama: Menggunakan sabun dan pembersih lainnya beserta air. Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha , أَنَّ أَسْمَاءَ سَأَلَتِ النَّبِىَّ -صلى...
Mengejek Orang yang Berbuat Dosa Jangan merasa diri bisa selamat dari dosa sehingga meremehkan orang lain yang berbuat dosa. Dan meremehkannya pun dalam rangka sombong, “ Kamu kok bisa terjerumus dalam zina seperti itu? Aku jelas tak mungkin .” Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ “ Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut. ” (HR. Tirmidzi no. 2505. Syaikh Al-Albani berkata bahwa hadits ini maudhu’ ). Imam Ahmad menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa yang telah ditaubati. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا “Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa...
#repost @ittibarasul1 __ 1. Tanda Mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim, yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna), karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna, dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Contoh: QS. Al-An’am: 20 2. Tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud “Jangan Berhenti!”. Tanda ini muncul kadang kala pada penghujung maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti. Dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak. Contoh: QS. An-Nahl: 32 3. Tanda Jim ( ﺝ ). Tanda jim adalah Waqaf Jaiz, boleh berhenti dan boleh untuk diteruskan bacaanya. Contoh: QS. Al-Anfal: 13 4. Tanda Waqaf Aula (قلے). Tanda waqaf Aula yaitu tanda waqaf yang menunjukkan lebih baik berhenti, walaupun nafas masih kuat. Contoh: QS. Fussilat: 45 5. Tanda Sad-Lam-Ya‘ ( ﺻﻠﮯ ). Tanda sad-lam-ya‘ merupakan singkatan dari “Al-wasl Awlaa” yang bermakna “wasal atau mene...